Nanjung Mekar, 22 September 2025 – Pemerintah Desa Nanjung Mekar melalui program pemberdayaan masyarakat, berkolaborasi dengan STRIVE Mercy Corps Indonesia, telah sukses menggelar Pelatihan Foto Produk, Copywriting Promosi Usaha, dan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada Senin, 22 September 2025, pukul 10:00 WIB bertempat di Aula Kantor Desa Nanjung Mekar.
Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 50 pelaku usaha lokal dari berbagai jenis usaha yang tersebar di wilayah Desa Nanjung Mekar, khususnya para pelaku UMKM, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk serta pemahaman dalam menghitung harga jual secara tepat. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang cara memotret produk agar terlihat menarik, belajar menulis kalimat promosi yang mampu menarik perhatian pembeli, serta memahami cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) agar usaha tetap berjalan dengan untung dan berkelanjutan.
Pelatihan ini dipandu oleh Sari Mulyani, yang menjadi narasumber sekaligus pendamping selama kegiatan berlangsung. Beliau menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan banyak contoh yang sesuai dengan usaha warga di desa. Tak hanya materi, peserta juga diajak untuk langsung praktik membuat foto produk menggunakan ponsel, menyusun kalimat promosi (copywriting), dan melakukan simulasi perhitungan HPP berdasarkan usaha masing-masing.
Sekretaris Desa dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pelatihan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh warga.
"Dengan pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha di desa kita bisa lebih siap bersaing, baik secara kualitas produk maupun dalam pengelolaan usaha," ujarnya.
Selama sesi berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan bertanya. Salah satu warga, Ibu Eulis, menyampaikan kebingungannya terkait penetapan harga produk.
"Saya sering bingung kalau mau menaikkan harga. Soalnya, pembuat produk serupa belum menaikkan harga. Sebenarnya, saya harus tunggu mereka menaikkan harga dulu, atau saya bisa menaikkan harga sendiri?” ujarnya.
Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh fasilitator dengan memberikan tips praktis seputar strategi penetapan harga yang adil dan tetap kompetitif, serta cara menjaga keuntungan melalui efisiensi biaya produksi.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama seluruh peserta. Pemerintah Desa berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi warga, khususnya di sektor UMKM.